Kekalahan itu menjadi baÂhan evaluasi besar bagi tim saat melawan Schalke yang berposisi lebih rendah dari skuad asuhan Guardiola.
Keperkasaan Die Rotten yang di paruh pertama musim ini di berbagai kompetisi domestik, terpaksa harus bertekuk lutut untuk kali pertama akibat gagal membendung serangan balik efektif Wolfsburg. Kekalahan itu dianggap sebagai pelecut semanÂgat bagi Boateng jelang jamuan untuk The Royal Blues. "Saat itu kami sangat buruk. Namun, kekalahan itu bisa memacu kami untuk bangun. Kami tidak akan mengulangi performa seperti itu lagi. Ini demi menebus keÂsalahan," ujar Boateng di situs resmi klub.
Pemain berdarah Ghana ini juga mengingatkan skuad The Royal Blues harus berhati-hati, karena dia dan timnya akan melampiasÂkan amarahnya pada laga nanti untuk mengembalikan citra sebaÂgai tim raksasa Jerman.
Guardiola tidak akan membuat perombakan besar-besaran. Juan Bernat Velasco yang menciptakan satu gol pada laga terakhir bakal dipercaya Pep Guordiola di lini depan. Hal itu bukan tanpa alasan, pasalnya saat Munchen dibantai Woflburg gol satu-satunya hanya muncul dari kakinya. Bernat akan menjadi tandem Thomas Muller untuk mencuri poin penuh. "Tim terus melakukan peningkatan secara terorganisir dan luar biasa. Kami harus dominan," kata GuarÂdiola.
Schalke memiliki modal bagus melawat ke Allianz-Arena baik usai menaklukkan Hannover 96 pada Sabtu (31/1) lalu. Mereka berada di posisi keempat. DenÂgan rekor sembilan kemenangan dan 30 poin.
Kekalahan Die Rotten berÂdampak positif bagi mental calon tamunya. Terutama pada aspek psikologis. Setidaknya, kini Muenchen bukan lagi tim yang harus ditakutkan. "Kami sempat gugup tapi kemudian kami yakin bisa menemukan ritme," kata pelatih Schalke, Roberto Di Matteo. ***
BERITA TERKAIT: