Satu-satunya gol penentu kemenangan Les Phoceens dicÂetak Andre-Pierre Gignac dari titik penalti pada menit ke-49. Tambahan tiga angka cukup meÂmastikan Marseille yang sempat terlempar ke peringkat tiga kemÂbali menempati posisi runner up menggeser Paris Saint-Germain, yang memiliki torehan angka sama yaitu 47 poin.
Dengan demikian, torehan tiga angka yang diraih Marseille membuat persaingan papan atas semakin sengit seiring keduanya hanya terpaut satu angka dengan pemuncak klasemen Olimpique Lyon.
Mendominasi permainan sedari kick-off , Marseille mendapatkan banyak peluang. Brije Dja Djedje setidaknya dua kali mengancam dengan sundula dan tendangan jarak dekat, sementara sejumlah upaya dari Gianelli Imbula kandas oleh blok pemain bertahan Evian. Sementara dua tandukan dari Andre-Pierre Gignac melayang di atas mistar.
Kerja keras OM tidak berakhir sia-sia. Mereka memetik keungÂgulan empat menit pascajeda lewat konversi penalti Gignac, yang diberikan wasit Frank SchÂneider menyusul pelanggaran terhadap Dimitri Payet di dalam kotak terlarang.
Kendati beberapa kans setelahÂnya kembali terbuang percuma, setidaknya satu gol tersebut sudah cukup untuk memastikan raihan angka penuh bagi Les Phoceens.
Usai pertandingan, pelatih Evian Pascal Dupraz memprotes keputusan wasit memberikan hadiah penalti kepada Marseille. Menurut dia, wasit tak layak memberikan penalti lantaran ada unsur diving di dalamnya. "Kami tak layak dihukum. Itu bukan pelanggaran," kata Dupraz seperti dilansir Goal, kemarin.
Dia bahkan menuding wasit telah berpihak pada tim tuan rumah. Sebab, dia merasa timÂnya dirugikan keputusan wasit tersebut. Apalagi, timnya tidak mendapat hadiah penalti di awal pertandingan.
"Kami yang sebenarnya layak mendapat hadiah penalti. Tapi jika saya mengatakan sesuatu tentang itu saya akan berakhir di depan komisi disiplin," ujarnya. ***
BERITA TERKAIT: