"Saat ini ada beberapa proses pembangunan perluasan landasan di Cengkareng. Di bawah kepemimpinan Budi Karya ini akan bisa diatasi, karena memang dia lama dikonstruksi," kata pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Agus Pambagio, saat dihubungi wartawan (Senin, 26/1).
Terkait dengan pemberantasan calo, taksi gelap sampai tukang pulpen, Agus menyarankan agar Budi Karya bersinergi dengan dua wilayah yaitu Kabupaten dan Kota Tangerang yang selama ini menerima restribusinya.
"Ini kan tempat cari makan, akan sulit untuk diberantas. Kecuali Kabupaten dan Kota Tangerang itu menyediakan lapangan pekerjaan, jika tidak maka jangan salahkan jika banyak orang cari makan di Bandara," kata Agus.
Dari sisi perbaikan infrastruktur, Agus mengatakan ini akan mengalami perbaikan karena saat ini Dirutnya adalah orang yang tepat. Bersama dengan pejabat lainnya, maka Angkasa Pura akan mengalami perbaikan.
Agus pun mengimbau kepada Budi Karya untuk bersikap tegas meski berkantor di Jakarta dan harus mengelola Bandara Cengakreng dan Kualanamu. Selain tegas, ia juga harus taat pada aturan.
"Karena Bandara ini adalah pintu masuk negara, harus memimpin dengan baik dan penuh ketegasan, tidak menimbulkan gejolak, saya kira Budi Karya sudah paham itu,†tandasnya.
Budi Karya sendiri sebelumnya berjanji membereskan masalah-masalah klasik di bandara. AP II merupakan BUMN operator bandar di Indonesia bagian barat, salah satunya Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Dalam jangka pendek, Budi berjanji menertibkan taksi gelap dan calo pada bandara yang berada di bawah pengelolaannya.
"Kami ingin berikan rasa aman pengunjung. Kami bicara rasa aman. Kami tertibkan taksi gelap dan calo di bandara," kata mantan Dirut Jakpro ini.
[ysa]
BERITA TERKAIT: