Irak harus menang dengan susah payah. Younis Mahmoud cs berhasil menyingkirkan Iran melalui adu penalti dengan skor agregat 10-9 di Stadion Canberra, Australia, kemarin.
Selama 90 menit, ditamÂbah 2x15 menit extra time kedua tim bermain imbang 3-3. Sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti. Penendang pertama penalti kedua tim gagal. Penendang kedelapan, Shalim Shakir berhasil menjebol jala Alireza Haghighi. Sebelumnya penenÂdang kedelapan Iran, Vahid Amiry gagal merobek gawang Jalal Hassan.
Dengan hasil ini, Irak lolos ke fase semifinal dan akan bertemu dengan Korea Selatan (Korsel) pada Senin (26/1). Korsel menang 2-0 saat menghadapi Uzbekistan di Melbourne, Australia, Kamis (22/1).
Pelatih Irak, Radhi SheÂnaishil, memuji penampilan sang kapten, Mahmoud yang bermain luar biasa. Mahmoud berhasil membangkitkan menÂtal rekan-rekannya untuk terus meladeni permainan Iran.
Mahmoud pantas jadi pemimpin di antara mayoritas pemain muda kami. Dia adalah tipe pemain yang dibenci oleh lawan, dan rekan satu tim sanÂgat menyukainya,†ungkapnya usai pertandingan.
Menurut bekas pemain Irak ini, sempat berhembus kabar dirinya tidak akan menurunkan pemain 32 tahun tersebut. Namun, pelatih kelahiran 11 Agustus 1966 ini tetap menuÂrunkan Younus, dan meraih hasil positif.
Sebagai pelatih saya meliÂhat apa yang pemain tunjukkan selama latihan dan di lapangan. Saya berharap yang terbaik untuknya ; dia bintang dan penting bagi Irak,†ungkapnya.
Radhi menyatakan, timnya juga mempunyai peluang yang sama dengan ke empat tim yang berada di fase semifinal. Meskipun Korsel dan Australia lebih dijagokan ketimbang timnya.
Ada banyak sejarah ddan ada banyak hasil positif bagi Irak melawan Korsel. Saya tahu itu bukan pertandingan mudah, tapi mudah-mudahan kami dapat menampilkan perÂmainan yang terbaik,†ujarnya.
Kejutan terjadi di laga Uni Emirat Arab (UEA) yang berhasil menÂjungkalkan juara bertahan, Jepang melalui drama adu penalti, dengan skor 5-4 di Anz Stadium, Sydney, Australia. Selama 120 menit, kedua tim hanya bermain imbang 1-1.
UEA sebenarnya bisa menang lebih cepat, karÂena sudah unggul duÂluan lewat Ali Ahmed Mabkhout menit ketujuh. KemenanÂgan di depan mata sirna karena Jepang menyamakan skor lewat Gabu Shibasaki sembilan menit menjelang bubar.
MeÂmasuki adu penalti, dua algojo Jepang gagal mencÂetak gol, yaitu Keisuke Honda dan Shinji Kagawa Sementara itu, penendang ketiga UEA, Ismail Ahmed, gagal menjalankan tugasnya. ***
BERITA TERKAIT: