Penghinaan Model Charlie Hebdo Lahirkan Kebencian yang Berkepanjangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 21 Januari 2015, 10:31 WIB
Penghinaan Model <i>Charlie Hebdo</i> Lahirkan Kebencian yang Berkepanjangan
rofi munawwar/net
rmol news logo . Dalam karya jurnalistik ada etika dan nilai yang melekat, diantaranya penghormatan terhadap keyakinan orang lain. Karena itu, apa yang dilakukan oleh Charlie Hebdo jauh dari nilai- nilai penghormatan dan etika jurnalistik yang baik.

"Ironisnya media seperti ini hadir di negara yang menjungjung kebebasan," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rofi Munawar, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 21/10.

Menurit Rofi, penghinaan terhadap Nabi Muhammad seringkali terjadi di negara-negara Eropa dengan menggunakan media karikatur. Pada akhirnya hal ini sering memantik gelombang protes di banyak negara muslim dan menimbulkan jatuhnya korban jiwa.

"Charlie Hebdo harus menghargai keyakinan agama dengan cara yang benar, sesungguhnya penghinaan dan satirisme pada akhirnya hanya akan menumbuhkan kebencian yang berkepanjangan," kata Rofi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA