Bermain di hadapan ribuan pendukungnya, Spurs memulai laga dengan buruk. Pasalnya, laga baru berjalan tiga menit, Burnley yang bermain agresif mampu mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dilesakkan Marvin Sordell setelah menerima umpan lamÂbung terarah dari Kieran Trippier.
Kejutan tim tamu tak berhenti di situ saja. Lima menit kemuÂdian, Ross Wallace memaksa Michel Vorm harus memungut bola dua kali. Sepakan bebas Wallace yang dibelokan oleh Roberto Soldado malah masuk ke gawang sendiri. The Clarets-julukan Burnley-semakin berada di atas angin.
Sepuluh menit pertama menjadi laga menarik di White Hart Lane. Betapa tidak, hanya dalam dua menit, Spurs langsung memperkecil ketinggalan lewat aksi Paulinho. Angka 2-1 pun menghiasi papan skor.
Beberapa detik menjelang turun minum Etienne Capoue membuat gol yang memanfaatkan umpan silang dari Ben Davies tak mampu dibendung Tom Heaton. Spurs kembali menggila! Lagi-lagi mereka mampu mencetak gol hanya dalam selisih waktu dua menit. Kali ini giliran Vlad ChirÂiches yang menjadi pahlawan lewat sundulannya setelah menerima umpan tendangan sudut. Anak asuh Mauricio Pochettino berbalik unggul.
Menit ke-53, publik White Hart Lane kembali bersorak. Danny Rose membuat keunggulan Spurs semakin melebar menjadi 4-2.
Dengan hasil ini, Burnley pun harus angkat koper dari ajang Piala FA. Sementara Spurs sudah dinantikan Leicester City yang terlebih dulu lolos.
Pelatih Tottenham Mauricio Pochettino mengaku timnya terlena di menit-menit awal sehingga lawan mudah mencetak gol. Tapi dua gol penyama kedudukan menjadi awal kebangkitan Spurs untuk memenangi pertandingan ini dengan mudah.
Pertandingan yang menarik. Pertandingan yang aneh,†ujar Pochettino seperti dilansir BBC, kemarin.
Namun demikian, dia puas menyaksikan penampilan tim asuhannya bangkit dari tertinggal 0-2 untuk menaklukkan Burnley 4-2 di White Hart Lane. ***
BERITA TERKAIT: