Ketua F-Nasdem: KPK Tangkap Komjen BG setelah Jadi Kapolri, Baru Top

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 15 Januari 2015, 10:38 WIB
Ketua F-Nasdem: KPK Tangkap Komjen BG setelah Jadi Kapolri, Baru Top
Viktor Laiskodat
rmol news logo Pemilihan calon Kapolri merupakan hak prerogatif presiden. Saat ini proses di DPR telah selesai dan presiden tinggal melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Jika di tengah proses ada penetapan status Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK itu urusan lain.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Nasdem Viktor Laiskodat sebelum mengikuti Sidang Paripurna DPR, di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta (Kamis, 15/1).

"Menurut saya, secara etika KPK yang salah. Kalau mau harusnya sejak jauh hari tetapkan tersangka. Kenapa pas yang bersangkutan masuk dalam mekanisme kelembagaan negara baru ditetapkan. Itu ada semangat yang patut dicurigai," ujarnya.

KPK, lanjutnya, diberikan tugas sebagai lembaga super body. Artinya semangat mendirikan KPK agar KPK dengan super visinya mampu menguatkan dua lembaga, yaitu Jaksa dan Polri. Tapi yang terjadi KPK hadir justru untuk menghancurkan kedua lembaga itu.

"Kita ngga masalah, pemberantasan korupsi di seluruh elemen. Kalau yang bersangkutan benar terlibat tangkap saja," tegasnya.

"Kalau orang lagi proses di DPR kemudian ditersangkakan, itu mempermalukan pemerintah. Harusnya tunggu proses selesai. Kalau (Komjen Budi Gunawan) sudah dilantik, (menjadi Kapolri) tangkap saja kalau salah. Itu baru top," tandasnya.[zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA