Rencananya hari ini, Golkar versi Munas Bali dengan Golkar versi Munas Jakarta akan kemÂbali melakukan pertemuan guna melakukan penjajakan perdamaÂian. Pertemuan ini merupakan pertemuan ketiga kalinya.
Politisi senior Partai Golkar, Hajrianto Tohari mengataÂkan, kedua pihak yang sedang berseteru sedang menggali lubang kubur masing-masing. Dia menilai, membawa konflik dan mempertaruhkan nasib partai besar seperti Golkar ke pengadilan merupakan tindaÂkan yang sangat memalukan.
Memalukan. Ini akan menÂjadi tontonan publik saat mereka berantem di pengadilan. Biarkan saja mereka berkelahi di pengaÂdilan, sampai habis ‘darah’ dan energi mereka,†kata Hajrianto saat dihubungi kemarin.
Bekas Wakil Ketua MPR ini mengaku tidak habis pikir denÂgan kedua pihak, baik AburÂizal Bakrie maupun Agung Laksono yang sama-sama keras kepala. Penyelesaian di meja hijau, kata dia, hanyalah penyelesaian hukum yang bersifat legal formal.
Padahal soal ini bukan hanya persoalan hukum semata yg sifatnya legal formal itu. Ini persoalan politik. Bisa saja selesai di pengadilan, tetapi itu tidak akan mengakhiri keretaÂkan dan perpecahan internal!†pungkasnya.
Menurutnya, bila konflik ini terus dipelihara, sama saja denÂgan melakukan bunuh diri poliÂtik. Saya sudah berkali-kali sarankan untuk gelar munas rekonsiliasi atau munas islah. Tapi faktanya tidak digubris ya lihat saja akibatnya nanti. Sekarang keduanya malah salÂing menggugat ke pengadilan,†katanya kesal.
Hajriyanto menambahkan, harusnya elite di dua kubu bisa lebih peka terhadap aspiÂrasi warga Partai Golkar yang mendambakan rekonsiliasi. Dia mengatakan, saat ini para pendukung islah yang jumlahÂnya mayoritas lebih memilih tidak bersuara.
Anggota tim juru runding kubu Aburizal Bakrie, Sharif Cicip Sutardjo menuturkan, koÂmunikasi dengan pihak Agung Laksono masih berlanjut. BahÂkan rencananya hari ini, kedua pihak akan kembali bertemu.
Perundingan selanjutnya digelar Rabu (15/1),
Insya AlÂlah di Kantor DPP Partai GolÂkar. Sampai saat ini jadwalnya sudah
fixed,†katanya. ***
BERITA TERKAIT: