Berikut usulan anggota dewan termuda poriode 2014-2019 ini sesaat sebelum mengikuti rapat kerja Komisi V dengan Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) dan direksi Angkasa Pura I, BMKG dan jajaran Kementerian Perhubungan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 13/1).
"Pembentukan Pansus AirAsia ini juga karena banyak kejanggalan yang terjadi, baik oleh regulator maupun operator," kata pria kelahiran November 1988 ini.
Oleh karena itu, Ade mendesak pimpinan DPR dan pimpinan Komisi V segera merespon pembentukan Pansus AirAsia. Dalam Pansus tersebut, sambungnya, DPR bisa menyelidiki apa saja yang terjadi, baik dari sisi regulator maupun operator.
"Menteri Perhubungan bisa klarifikasi sebagai regulator terkait kejadian ini. Jangan hanya menyalahkan dan memecat pejabat tanpa alasan. Pansus ini juga terkait dengan pembekuan rute beberapa maskapai penerbangan," tandas politisi Gerindra itu.
[rus]
BERITA TERKAIT: