"
Cockpit Voice Recorder (CVR) belum ditemukan," kata Soelistyo dalam keterangan pers di kantor pusat Basarnas, Jalan Garuda, Jakarta Pusat, sesaat lalu (Senin, 12/1).
Dijelaskan,
black box dalam setiap pesawat itu terdiri dari dua bagian yakni yang merekam data penerbangan atau FDR dan perekam seluruh pembicaraan di dalam kokpit (CVR).
Soelistyo membantah posisi
black box terhimpit badan pesawat.
"Saya luruskan, bukan terhimpit badan pesaawat, yang betul di bawah puing-puing sayap," tutupnya.
Kotak hitam memiliki kemampuan memancarkan sinyal selama maksimal 30
hari. Sejak kemarin, atau hari ke-15 pencarian, sinyal kotak hitam
tertangkap oleh tiga kapal, yaitu Baruna Jaya, Java Imperia dan
GeoSurvey. Sinyal ping ditangkap di sekitar lokasi penemuan ekor
pesawat, ke arah timur. Posisinya di kedalaman sekitar 30-32 meter, dasar
laut.
[wid]
BERITA TERKAIT: