Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, kepada Kantor Berita Politik
RMOL, Senin malam (5/1).
"Apabila Golkar diberikan jatah kursi menteri oleh Jokowi dalam
reshuffle kabinet, misalnya, maka bisa saja kursi yang diberikan kepada Golkar itu adalah kursi yang sebelumnya dimiliki oleh PDIP, Nasdem, PKB, atau Hanura," ungkap Said.
Tentu saja, lanjut Said, pengurangan jatah kursi milik partai-partai penyokong awal pemerintah di satu sisi dan dan pemberian kursi menteri kepada Golkar sebagai pendatang baru pada sisi yang lain, apalagi jika jumlahnya lebih banyak dari PDIP, Nasdem, PKB, atau Hanura, sudah barang akan menyebabkan terganggunya soliditas partai-partai di KIH.
"Ujungnya, bukan mustahil akan muncul iklim politik yang tidak kondusif dalam pemerintahan Jokowi-JK," demikian Said.
[ysa]
BERITA TERKAIT: