Golkar Ganggu Stabilitas Pemerintahan Jokowi-JK Bila Gabung dalam KIH

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 06 Januari 2015, 05:17 WIB
Golkar Ganggu Stabilitas Pemerintahan Jokowi-JK Bila Gabung dalam KIH
golkar/net
rmol news logo . Golkar akan rugi bila bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Pun demikian, partai-partai yang ada dalam KIH akan merugi apabila Golkar menjadi pendukung pemerintah. Sebab mustahil Golkar mau berubah haluan politik jika tidak mendapatkan kursi di dalam kekuasan.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (5/1).

"Apabila Golkar diberikan jatah kursi menteri oleh Jokowi dalam reshuffle kabinet, misalnya, maka bisa saja kursi yang diberikan kepada Golkar itu adalah kursi yang sebelumnya dimiliki oleh PDIP, Nasdem, PKB, atau Hanura," ungkap Said.

Tentu saja, lanjut Said, pengurangan jatah kursi milik partai-partai penyokong awal pemerintah di satu sisi dan dan pemberian kursi menteri kepada Golkar sebagai pendatang baru pada sisi yang lain, apalagi jika jumlahnya lebih banyak dari PDIP, Nasdem, PKB, atau Hanura, sudah barang akan menyebabkan terganggunya soliditas partai-partai di KIH.

"Ujungnya, bukan mustahil akan muncul iklim politik yang tidak kondusif dalam pemerintahan Jokowi-JK," demikian Said. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA