Golkar Akan Rugi Bila Keluar dari KMP

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 06 Januari 2015, 00:01 WIB
Golkar Akan Rugi Bila Keluar dari KMP
golkar/net
rmol news logo . Dalam Koalisi Merah Putih (KMP) saat ini, Golkar merupakan pemimpin koalisi karena menjadi pemilik kursi terbesar di parlemen dari blok KMP.

"Karena itu, desakan kubu Agung Laksono agar Partai Golkar keluar dari KMP justru akan merugikan posisi politik partai itu," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (5/1).

Menurut Said, sebagai pemimpin koalisi dari kelompok penyeimbang pemerintah, Golkar justru dapat memainkan peran politik yang jauh lebih besar. Bersama KMP Golkar bisa berperan optimal dalam pengambilan keputusan di parlemen, seperti dalam penyusunan UU, APBN, pemilihan pejabat negara, termasuk dalam mempengaruhi kebijakan-kebijakan negara.

"Oleh sebab itu saya berpandangan sudah tepat posisi Golkar di KMP saat ini," ungkap Said.

Said melanjutkan, bila Agung Laksono cs ingin memberikan dukungan kepada pemerintah karena alasan ada Wapres Jusuf Kalla yang merupakan senior Golkar, maka keinginan itu sebetulnya masih bisa dilakukan tanpa harus mendorong Golkar keluar dari KMP. Caranya, Agung dan para pendukungnya bisa memainkan pengaruhnya di internal Golkar apabila mendapati Aburizal Bakrie hendak mengambil kebijakan yang dinilai merugikan JK.

"Tentu saja hal itu baru bisa dilakukan oleh kubu Agung, cs apabila telah tercapai islah di internal Partai Golkar," demikian Said. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA