HARGA BBM TURUN

Misbakhun: Mengapa Harga Premium Cuma Turun Rp 900?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 31 Desember 2014, 14:18 WIB
Misbakhun: Mengapa Harga Premium Cuma Turun Rp 900?
misbakhun/net
rmol news logo . Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mau menurunkan Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dari harga Rp 8.500 menjadi Rp 7.600.

Kebijakan ini mendapat dukungan dari anggota  Komisi XI DPR bidang Keuangan dan Perbankan dari Fraksi Partai Golkar, M. Misbakhun. Namun demikian, Misbakhun mempertanyakan mengapa penurunan harganya hanya Rp 900 untuk premium dan Rp 250 untuk solar. Sedangkan harga minyak dunia saat ini sudah pada level harga 54,12 dolar AS per barel,  jauh dari patokan harga ICP pada asumsi makro di APBN 2015 sebesar 105 dolar AS.

"Harga minyak dunia saat ini sudah hampir setengahnya," kata Misbakhun kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 31/12).

"Bagaimana dengan harga kebutuhan pokok sudah terlanjur naik? Bagaimana pula dengan ongkos angkutan yag terlanjur naik akibat kenaikan harga BBM yang diumumkan pada bulan November lalu? Apakah penurunan tersebut bisa juga turut menurunkan harga-harga kebutuhan pokok di pasar?" sambung Misbakhun.

Karena itu, lanjut Misbakhun, tim ekonomi Kabinet Kerja harus segera bekerja keras mengefektifkan kerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) supaya masyarakat juga turut merasakan dampak penurunan harga BBM dengan penurunan harga bahan pokok dan ongkos angkutan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA