Sebagian Besar Aksi Penembakan Polisi Koboi di 2014 Gara-gara Persoalan Sepele

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 25 Desember 2014, 08:39 WIB
Sebagian Besar Aksi Penembakan Polisi Koboi di 2014 Gara-gara Persoalan Sepele
rmol news logo . Sebagian besar aksi penembakan yang dilakukan polisi koboi di 2014 adalah akibat persoalan sepele.

"Misalnya akibat senggolan atau akibat billing yang ditagih dinilai terlalu tinggi atau gara-gara tersinggung karena ditegur atasan," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 25/120.

Menurut Neta, ada 13 kasus salah tembak atau aksi koboi-koboian yang dilakukan polisi sepanjang 2014, yang mengakibatkan 27 orang jadi korban. Aksi semberono di 2014 terjadi mulai 17 Januari. Saat itu Bripka HR anggota Tim Unit Narkoba Polsek Kembangan, Jakbar secara semberono meletakkan pistolnya di atas meja sebuah warung.

"Tiba-tiba pitol itu meletus dan pelurunya menerjang Suwardi, pemilik warung," jelas Neta.

Sedangkan aksi polisi koboi terakhir di 2014, lanjut Neta, terjadi pada 8 Desember. Empat warga tewas tertembak dan 13 lainnya luka berat saat massa dikatakan
hendak menyerang Polsek Enarotali, Paniai, Papua. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA