GEJOLAK GOLKAR

Dualisme Golkar Melelahkan dan Memalukan!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 17 Desember 2014, 03:45 WIB
Dualisme Golkar Melelahkan dan Memalukan<i>!</i>
ilustrasi/net
rmol news logo . Dualisme kepengurusan yang terjadi di tubuh Partai Golkar menimbulkan pertanyaan besar. Ternyata, salah satu organisasi politik tertua di Indonesia itu tidak mampu mengelola konflik yang ada.

"Ini memalukan Golkar sebagai partai tua dan berpengalaman yang mestinya memiliki mekanisme untuk menyelesaikan konflik," kata politisi Golkar Hajriyanto Thohari dalam jumpa pers di restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta, Selasa (16/12).

Menurutnya, dua kubu yang berseteru yakni hasil Munas IX Bali pimpinan Aburizal Bakrie dan hasil Munas IX Jakarta pimpinan Agung Laksono justru menggantungkan nasib Golkar kepada pemerintah. Dengan sama-sama mengajukan permohonan pengesahan kepengurusan yang akhirnya dikembalikan oleh Kemenkum HAM.

"Maka ini benar-benar sebuah langkah yang sangat mengganggu harkat dan martabat Golkar sebagai sebuah partai besar," jelas Hajriyanto.

Karena itu, dia meminta agar dua kubu tersebut dapat segera mengakhiri perseteruannya.

"Rekonsiliasi jalan terbaik karena konflik melelahkan dan juga memalukan," tegas Hajriyanto yang juga mantan Wakil Ketua MPR RI. [ysa]​

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA