Namun demikian, dalam Munas Golkar di Jakarta yang digelar Agung Laksono Cs, Jurubicara Poros Muda Golkar, Andi Sinulingga, bersama dengan kader-kader muda lain, terlihat hadir di Ancol dalam Munas Golkar versi Agung Laksono Cs itu. Andi mengatakan, salah satu alasan ia hadir di Ancol karena Munas Golkar Jakarta ini merupakan wujud dari khittah Partai Golkar.
"Pertama, khitah suara golkar suara rakyat. Munas Jakarta pro dan berjuang menyelamatkan hak rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri. Sementara Munas Bali merampas hak rakyat itu," kata Andi kepada Kantor Berita Politik
RMOL beberapa saat lalu (Senin, 8/12).
Kedua, lanjutnya, khitah Golkar sebagai partner pemerintahan. Sepanjang sejarahnya, Golkar selalu bersama pemerintah membangun bangsa, berjuang bersama-sama untuk mewujudkan kesejahtraan rakyat. Munas jakarta memperkuat tradisi itu, sementara Golkar Munas Bali justru memperlemah dan menjadi oposisi pemerintah yang cenderung tidak sehat untuk terciptanya stabilitas politik nasional
Ketiga, masih kata Andi, adalah khitah ikut menumbuhkan kultur politik yg sehat. Golkar Munas Jakarta akan menghormati perjanjian yang ditandatangani di atas materai dengan Demokrat atau SBY terkiat dengan Perppu Pilkada karena ini soal kepentingan publik. Sementara Golkar Munas Bali justru membuat politik menjadi kotor seolah Golkar bisa saja berkhianat atas sebuah kesepakatan politik.
"Kami kaum muda tak ada pilihan lain, ingin menyelamatkan Golkar untuk kembali ke khitahnya," demikian Andi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: