Sikap dinamis politik di Golkar ini seringkali juga dibahasakan dengan istilah lain. Sebagian orang menyebutnya realistis. Sementara sebagian lagi menudingnya sebagai sikap pragmatis.
Dinamika politik Golkar ini lah yang akhirnya membuat sejumlah orang percaya bahwa bila Agung Laksono Cs berani menggelar Munas di Jakarta pada Januari 2015, maka DPD-DPD yang kini hadir di Bali juga bisa saja menghadiri kembali Munas di Jakarta.
Kepercayaan sejumlah orang ini bahkan diinternalisasi oleh sebagian kader yang menolak Munas Bali sebagai bumbu penyemangat dan optimistik.
Ada ragam alasan yang bisa menarik DPD-DPD itu untuk menghadiri Munas tandingan, bila memang Munas Jakarta benar-benar digelar. Alasan ini, merujuk pada istilah di atas, bisa didasari karena realistisme atau juga bisa didasari karena pragmatisme.
Tentu saja, kubu ARB Cs juga sudah tahu persis dan membaca kemungkinan seperti ini. Apalagi lingkaran ARB juga dipenuhi para politisi gaek, juga politisi Golkar yang sudah malang melintang.
Ke depan waktu yang akan menentukan, apakah antisipasi ARB Cs lebih sakti atau justru manuver Agung Cs yang lebih dahsyat.
[ysa]
BERITA TERKAIT: