Fahira Idris Tantang Ahok Gratiskan PAUD

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 27 November 2014, 08:04 WIB
Fahira Idris Tantang Ahok Gratiskan PAUD
fahira idris/net
rmol news logo . Usia anak nol hingga enam tahun merupakan tahun emas pembentukan karakter anak. Dan sebagai provinsi yang punya anggaran pendidikan melimpah, DKI Jakarta diharapkan melakukan terobosan menjadikan  pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai wajib belajar sehingga bisa dinikmati gratis oleh anak-anak Jakarta.

Senator Jakarta Fahira Idris mengatakan, dirinya banyak mendapat keluhan dari warga Jakarta terutama para ibu yang tidak bisa memberikan pendidikan PAUD kepada anaknya karena keterbatasan biaya. Karena belum jadi wajib belajar, makanya orang tua harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit agar anaknya bisa merasakan PAUD.

"Saya berharap Gubernur Jakarta yang baru, Pak Ahok, berani buat terobosan membuat Jakarta sebagai daerah peratama yang PAUD-nya jadi wajib belajar. Saya berani jamin jika ini terealisasi, 20-30 tahun ke depan, Jakarta akan jadi salah satu kota terbaik di dunia karena dipimpin oleh orang-orang cerdas, jujur, dan berkarakter. Ini investasi,"kata Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III DPD beberapa saat lalu (Kamis, 27/11).

Sebagai provinsi dengan pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di Indonesia, Jakarta punya anggaran pendidikan yang cukup melimpah. Dalam APBD 2013 saja, provinsi ini menggelontarkan anggaran Rp12,1 triliun untuk pendidikan atau sekitar 28 persen dari total APBD yang artinya mendapat porsi terbesar. Namun, karena belum jadi wajib belajar, dari Rp12,1 triliun itu hanya sekitar 3 persen diberikan buat PAUD.

Untuk itu, lanjut Fahira, sudah selayaknya Pemerintah DKI Jakarta mulai merancang agar anggaran pendidikan yang besar ini bisa dialokasikan menggratiskan PAUD untuk seluruh anak Jakarta. Apalagi penyerapan anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada 2014 ini termasuk rendah. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA