Perdagangan Orang Terus Terjadi, Jokowi Harus Tanggap Darurat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 13 November 2014, 09:52 WIB
Perdagangan Orang Terus Terjadi, Jokowi Harus Tanggap Darurat
jokowi/net
rmol news logo . Saat publik fokus pada persoalan situasi politik pasca pemilu legislatif dan pilpres, perdagangan anak berujung prostitusi ditemukan terus terjadi di berbagai wilayah seperti di Aceh, Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT dan Jakarta.

Kabar perdagangan orang terkini dari Jakarta terkuak saat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama penegak hukum menggerebek wilayah remang-remang di Kalijodo, Jakarta Barat. Mereka menemukan korban 24 perempuan, sebagian masih berusia di bawah 18 tahun, asal Jawa Barat untuk dijadikan pekerja seks.

Karena itu, Wakil Ketua Komisi VIII, Ledia Hanifa Amaliah, mengingatkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tak mengabaikan persoalan ini dan harus tanggap darurat. Ledia juga mengingatkan upaya mengatasi kejadian kekerasan pada perempuan dan anak, termasuk kekerasan seksual dan human trafficking harus dilakukan lintas sektoral dan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah secara bersama-sama.

Menurut Leida, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 13/11), selain persoalan hukum tentang bagaimana kesigapan aparat menyelidiki, membongkar, menangkap pelaku kejahatan hingga terjadinya proses persidangan, juga ada masalah dalam perlindungan saksi korban, pemulihan fisik dan psikis korban.

"Serta bagaimana memutus mata rantai perdagangan orang yang seringkali melibatkan faktor kemiskinan, rendahnya pendidikan, rapuhnya ketahanan keluarga serta lemahnya nilai-nilai agama dan moral," demikian Leida. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA