
Nigeria akan segera menggelar pesta demokrasi untuk memilih orang nomor satu di negara tersebut. Meski pemilu baru akan digelar pada 14 Februari 2015, namun hiruk pikuk para politisi partai sudah terjadi.
Bagaimana tidak, partai-partai politik di sana telah mematok harga tinggi untuk membeli formulir calon presiden (capres).
Padahal, banyak pihak yang mengecam langkah ini karena dinilai tidak demokratis dan bisa memicu tindakan korupsi.
Seperti dikutip
AFP (Minggu, 9/11), saat ini pendukung Presiden Goodluck Jonathan tengah mengumpulkan dana untuk membeli formulir pencapresan di partainya, Peoples Democratic Party (PDP) senilai 22 juta Naira atau sekitar Rp 1,7 miliar.
Sementara partai oposisi All Progressives Congress (APC) mematok harga 27,5 juta Naira atau sekitar Rp 2,1 miliar untuk orang yang mau maju di pilpres.
Mantan penguasa militer Muhammadu Buhari, yang digadang-gadang akan mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai APC dikabarkan terpaksa mengambil pinjaman dari bank.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: