KENAIKAN HARGA BBM

Wacana Kenaikan Harga BBM Bikin Rugi Pedagang Pasar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 07 November 2014, 10:18 WIB
Wacana Kenaikan Harga BBM Bikin Rugi Pedagang Pasar
ilustrasi/net
rmol news logo . Rencana pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) akan menimbulkan banyak ekses negatif. Salah satu bentuk ekses negatif yang telah terjadi adalah bermainnya para spekulan yang berakibat pada kelangkaan dan merangkak naiknya harga harga barang kebutuhan pokok masyarakat di pasaran.

Demikian disampaikan  Ketua Umum DPP (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia), Abdullah Mansuri. Abdullah Mansuri memberi contoh, di Jakarta, cabe dan beberapa bahan kebutuhan pokok sudah sedikit langka. Di Padang Sumatra Barat, harga Cabe naik dari Rp 22.000 mejadi Rp 64.000. Di pasar-pasar Jawa Tengah, tren kenaikan juga terjadi pada cabai rawit merah yang naik dari Rp 32.000 per kg menjadi Rp 37 000 per kg.

Abdullah menilai, operasi pasar yang digulirkan oleh Kementrian Perdagangan tidak akan memiliki dampak signifikan apabila para spekulan tidak ditindak dan ditertibkan. Maka bukan hanya kelangkaan BBM yang terjadi, tetapi juga kelangkaan barang kebutuhan pokok masyarakat akibat dari ulah segelintir oknum yang ingin mengambil untung dari keresahan masyarakat. Dan apabila gejolak ini dibiarkan berlangsung lama, tentu akan mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat.

"Dalam situasi seperti ini, pedagang pasar sebagai salah satu elemen masyarakat kelas bawah turut juga menjadi pihak yang paling dirugikan, karena wacana kenaikan harga BBM bersubsidi ini, selain dapat mengurangi jumlah konsumen juga memberikan beban produksi bagi mereka," kata Abdullah beberapa saat lalu (Jumat, 7/11).
 
Abdullah juga mengingatkan, mayoritas konsumen khawatir dengan kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan sudah hal tersebut akan menurunkan daya beli masyarakat. Ditambah lagi dengan biaya transportasi yang juga akan turut naik apabila terjadi pengurangan subsidi BBM. Di saat yang sama, karena kebutuhan akan komoditas BBM sudah menyentuh semua aspek kehidupan maka tekanan harga pada komoditas BBM pasti akan berpengaruh pada harga barang atau jasa lainnya.

"DPP IKAPPI berharap kepada Pemerintah untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi kenaikan harga BBM karena jika harga BBM naik, otomatis akan membuat inflasi mengalami lonjakan drastis," demikian Abdullah. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA