KARTU SAKTI JOKOWI

Jokowi Terlihat Mau Melakukan Apa Saja Tanpa Harus Diawasi DPR

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 06 November 2014, 14:28 WIB
Jokowi Terlihat Mau Melakukan Apa Saja Tanpa Harus Diawasi DPR
ILUSTRASI/NET
rmol news logo . Modus Presiden Joko Widodo dalam membuat tiga kartu sakti tak jauh berbeda dengan modus saat menjabat Gubernur DKI Jakarta. Di Jakarta, Jokowi menggunakan dana CSR BUMD untuk membeli perabotan dan lain-lain untuk rumah susun.

Demikian disampaikan Direktur Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi. Pernyataan Uchok ini terkait dentan pengakuan CV Grammi, perusahaan yang mencetak 10 ribu Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

CV Grammi mengaku mendapat proyek ini melalui penunjukkan langsung melalui Bank Mandiri di Jakarta

"Jadi Modus dana CSR ini Bank Mandiri ini dipakai agar tidak diawasi oleh DPR," kata Uchok kepada RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 6/11).

Dengan modus ini, lanjut Uchok, DPR tidak melakukan pengawasan dan mempergunakan hak budget mereka.

"Intinya pemerintah jokowi ini tidak mau diawasi, mau bebas melakukan apa saja sesuai dengan keinginan Jokowi. Cara ini sangat berbahaya bagi demokrasi kita karena Jokowi tidak mau ada pengawasi oleh legislatif," demikian Uchok. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA