Demikian disampaikan Direktur Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi. Pernyataan Uchok ini terkait dentan pengakuan CV Grammi, perusahaan yang mencetak 10 ribu Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
CV Grammi mengaku mendapat proyek ini melalui penunjukkan langsung melalui Bank Mandiri di Jakarta
"Jadi Modus dana CSR ini Bank Mandiri ini dipakai agar tidak diawasi oleh DPR," kata Uchok kepada
RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 6/11).
Dengan modus ini, lanjut Uchok, DPR tidak melakukan pengawasan dan mempergunakan hak budget mereka.
"Intinya pemerintah jokowi ini tidak mau diawasi, mau bebas melakukan apa saja sesuai dengan keinginan Jokowi. Cara ini sangat berbahaya bagi demokrasi kita karena Jokowi tidak mau ada pengawasi oleh legislatif," demikian Uchok.
[ysa]
BERITA TERKAIT: