Ketiga kartu yang dimaksud adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Direktur Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, curiga ada motif politik Bank Mandiri untuk membuat kartu ini. Lebih-lebih Bank Mandiri juga melakukan penunjukan langsung atas percetakan kartu ini oleh CV. Grammi.
"Motif politiknya adalah agar jajaran elit Bank Mandiri tidak diganggu atau diganti oleh pemerintah baru ini," kata Uchok kepada
RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 6/11).
Menurut Uchok, anggaran pembuatan kartu ini menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) Bank Mandiri. Penggunakan dana CSR ini agar pemerintah tidak dikomplain oleh DPR dan publik. Namun dilain pihak, Mandiri membantah tudingan itu, karena Bank Mandiri hanya menyiapkan infrastruktur layanan perbankan, bukan mencetak kartunya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: