Namun demikian, penilaian sementara orang lain juga mendapat kritik dari sebagian pihak, terutama terkait dengan anggaran yang digunakan serta operator proyek pengadaan kartu.
Belakangan muncul informasi yang disebar melalui pesan singkat (SMS),
blackberry messenger (BBM) atau layanan
whatsapp. Informasi ini menyebutkan bahwa "kartu-kartu sakti" Jokowi tersebut dicetak sebuah CV di Bekasi, yaitu CV Grammi Communication Technology. Informasi ini disertai dengan link menuju laman Grammi di
www.grammi.co.id, dengan halaman depan berisi gambar KIS, KIP, dan KKS
Disebutkan juga, CV ini beroperasi di sebuah rumah tinggal pemiliknya di Jalan Raya Kodau 4 No.50 Jatiasih Bekasi. Pemiliknya bernama Bimo Sarashadi, dan tercatat di SIUP menjabat direktur CV Grammi. Bimo juga disebutkan sebagai pengelola admin web perusahaan tersebut.
Masih dalam informasi yang belum jelas validitas kebenarannya itu, disebutkan juga bahwa CV Grammi ini sebenarnya bukan perusahaan baru, tapi sudah berdiri tahun 1995 dengan nama PT Grajaya Grammi Grafika. PT ini bangkrut pada 2009 karena tersangkut perkara wanprestasi, dan semua asetnya disita. Setelah bangkrut didirikanlah CV Grammi Communication Technology.
Redaksi telah menghubungi pihak Grammi. Laporannya akan turun beberapa saat lagi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: