Indonesia Tercoreng Bila Jokowi Angkat Sjafrie Sjamsoeddin Jadi Kepala BIN

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 04 November 2014, 14:50 WIB
Indonesia Tercoreng Bila Jokowi Angkat Sjafrie Sjamsoeddin Jadi Kepala BIN
sjafrie sjamsoeddin/net
rmol news logo . Janji Presiden Joko Widodo untuk menuntaskan berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia cuma isapan jempol bila memilih kepala Badan Intelijen Negara (BIN yang salah.

"Kita berharap ada penyelesaian baik melalui jalur pengadilan atau mekanisme lain, agar bangsa ini tidak disandra oleh isu HAM, khususnya lima tahunan dalam siklus pemilu," kata Wakil Ketua Indonesia Human Right Comitee Social and Justice, Ridwan Darmawan, beberapa saat lalu (Selasa, 4/11).

Pernyataan Ridwan ini terkait dengan mencuatnya nama mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Ridwan pun meminta Jokowi memempertimbangkan nama Sjafri sebab memiliki rekam jejak yang kelam dalam kasus kejahatan HAM.

"Nama Sjafrie ini kerap di hubungkan dengan berbagai pelanggaran HAM masa lalu, seperti Timor timur atau pun peristiwa 13-14 Mei 1998," ungkap Ridwan.

Menurut Ridwan, jika Sjafrie menduduki posisi kepala BIN, maka dipastikan kasus pelanggaran HAM yang dilakukan Sjafrie akan tenggelam. Tentunya, sambung Ridwan, hal itu akan mencoreng Indonesia di mata dunia internasional.

"Dampaknya cukup dalam saya kira, bahwa impunitas bagi para pelanggar HAM tidak berakhir dan tetap langgeng di era jokowi JK ini," tutur Ridwan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA