Gol semata wayang pada perÂtandingan tersebut diciptakan oleh Jaushua Sotiro pada menit 66. Dengan tambahan tiga angka Australia menduduki posisi kedua klasemen sementara Grup B, kalah selisih gol dari UzbeÂkisÂtan walau sama-sama empat poin sedangkan InÂdonesia menÂjadi juru kunci kaÂrena belum “peÂcah telurâ€. Uni Emirat Arab uruÂtan ketiga nilai dua. UzbekisÂtan dan Uni Emirat Arab saat berÂsamaan main imbang 2-2.
Indonesia bukan tanpa kesemÂpaÂtan, di menit ke-37 MuhamÂmad Fatchu Rochman menggiÂring bola ke dalam kotak penalti dan melakukan umpan tarik. HaÂnya saja Ilham Udin tidak berÂhasil memaksimalkan bola.
Setelah turun minum IndoneÂsia tampil lebih agresif untuk meÂnekan lawan.Pelatih Indra Sjafrie bahkan harus memasukÂkan darah segar Muhammad DiÂmas Drajad yang menggantikan Dinan Yahdian Javier.
Perlahan Australia semakin doÂminan menguasai jalannya perÂtandingan. Beberapa kali umÂpan satu-dua dilakukan di depan empat bek Indonesia dengan muÂdah. Puncaknya terjadi di menit ke-66. Kesalahan koordinasi antara Hansamu Yama Pranata dana Putu Gede Antara membuat Jaushua Sotirio mendapatkan bola tanpa penjagaan di kotak peÂnalti Indonesia dan menaklukÂkan Ravi dengan tanpa perlu meÂngontrol bola.
Seusai pertandingan Evan DiÂmas menyatakan permohonan maafÂnya kepada masyarakat InÂdoÂnesia. “Kami mohon maaf kaÂrena gagal mewujudkan imÂpiÂannya, ini mungkin karena Allah belum berkehendak,†ujarÂnya.
Mengenai permainan timnas Indonesia dia melihat sebetulnya Evan Dimas dan kawan-kawan suÂdah ada kemajuan dibandingÂkan sebelumnya, mereka tampil lebih lepas. Hanya saja setiap seÂrangan mereka selalu kandas di tengah jalan bahkan selalu buntu bila berada di daerah kotak peÂnalÂty lawan. “Jangan salahkan peÂmain, sayalah yang akan berÂtanggungjawab atas kegagalan ini. Semua saya kembalikan keÂpada PSSI dalam hal ini BTN,†terangnya.
Ketua Badan Tim Nasional PSÂSI La Nyalla Mahmud MattaÂlitÂti menyatakan BTN belum akan mengambil rencana apapun terkait hasil pertandingan TimÂnas U19 di AFC U19 ChampionÂship di Myanmar.
“Hasil ini (dua kali kalah) meÂmastikan kita gagal mencapai tarÂÂget. Ini tanggung jawab kami, PSSI. Kita belum membuat renÂcana apapun terkait tim U19 ini, baik pemain dan ofisial. SepuÂlang dari Myanmar, kita baru akan melakukan evaluasi dengan cermat, agar bisa menghasilkan reÂkomendasi yang terbaik,†ungÂkap La Nyalla. ***
BERITA TERKAIT: