Tangis Pilu Garuda Jaya

Piala Asia U-19

Senin, 13 Oktober 2014, 09:05 WIB
Tangis Pilu Garuda Jaya
Timnas U-19 Indonesia
Kecil Besar
rmol news logo Timnas U-19 Indonesia menelan kekalahan kedua atas Australia 0-1 dalam babak penyisihan Grup B AFC Cup U-19  di Thuwunna Stadium, kemarin. Dengan demikian Garuda Jaya tersingkir di turnamen ini.

Gol semata wayang pada per­tandingan tersebut diciptakan oleh Jaushua Sotiro pada menit 66. Dengan tambahan tiga angka Australia menduduki posisi kedua klasemen sementara Grup B, kalah selisih gol dari Uzbe­kis­tan walau sama-sama empat poin sedangkan In­donesia men­jadi juru kunci ka­rena belum “pe­cah telur”. Uni Emirat Arab uru­tan ketiga nilai dua. Uzbekis­tan dan Uni Emirat Arab saat ber­samaan main imbang 2-2.

Indonesia bukan tanpa kesem­pa­tan, di menit ke-37 Muham­mad Fatchu Rochman menggi­ring bola ke dalam kotak penalti dan melakukan umpan tarik. Ha­nya saja Ilham Udin tidak ber­hasil memaksimalkan bola.

Setelah turun minum Indone­sia tampil lebih agresif untuk me­nekan lawan.Pelatih Indra Sjafrie bahkan harus memasuk­kan darah segar Muhammad Di­mas Drajad yang menggantikan Dinan Yahdian Javier.

Perlahan Australia semakin do­minan menguasai jalannya per­tandingan. Beberapa kali um­pan satu-dua dilakukan di depan empat bek Indonesia dengan mu­dah. Puncaknya terjadi di menit ke-66. Kesalahan koordinasi antara Hansamu Yama Pranata dana Putu Gede Antara membuat Jaushua Sotirio mendapatkan bola tanpa penjagaan di kotak pe­nalti Indonesia dan menakluk­kan Ravi dengan tanpa perlu me­ngontrol bola.

Seusai pertandingan Evan Di­mas menyatakan permohonan maaf­nya kepada masyarakat In­do­nesia. “Kami mohon maaf ka­rena gagal mewujudkan im­pi­annya, ini mungkin karena Allah belum berkehendak,” ujar­nya.

Mengenai permainan timnas Indonesia dia melihat sebetulnya Evan Dimas dan kawan-kawan su­dah ada kemajuan dibanding­kan sebelumnya, mereka tampil lebih lepas. Hanya saja setiap se­rangan mereka selalu kandas di tengah jalan bahkan selalu buntu bila berada di daerah kotak pe­nal­ty lawan. “Jangan salahkan pe­main, sayalah yang akan ber­tanggungjawab atas kegagalan ini. Semua saya kembalikan ke­pada PSSI dalam hal ini BTN,” terangnya.

Ketua Badan Tim Nasional PS­SI  La Nyalla Mahmud Matta­lit­ti menyatakan BTN belum akan mengambil rencana apapun terkait hasil pertandingan Tim­nas U19 di AFC U19 Champion­ship di Myanmar.

“Hasil ini (dua kali kalah) me­mastikan kita gagal mencapai tar­­get. Ini tanggung jawab kami, PSSI. Kita belum membuat ren­cana apapun terkait tim U19 ini, baik pemain dan ofisial. Sepu­lang dari Myanmar, kita baru akan melakukan evaluasi dengan cermat, agar bisa menghasilkan re­komendasi yang terbaik,” ung­kap La Nyalla. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA