Amien Rais Jangan Berpikiran Jokowi-JK Mudah Dimakzulkan!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 08 Oktober 2014, 09:34 WIB
Amien Rais Jangan Berpikiran Jokowi-JK Mudah Dimakzulkan<i>!</i>
amien rais/net
rmol news logo . Kekalahan koalisi pendukung Jokowi-JK dalam pemilihan MPR tidak perlu menjadi kekhawatiran terhadap mudahnya agenda pemakzulan terhadap Jokowi-JK, oleh koalisi pendukung Prabowo-Amien.

Justru yang patut dikhawatirkan malah sebaliknya. Pemakzulan bisa terjadi terhadap pimpinan yang ditugaskan duduk di MPR ataupun DPR. Karena itu, Amien Rais juga jangan berpikiran Jokowi-JK mudah dimakzulkan.

"Pusaka Trisakti yakin dengan niat dan pengabdian Jokowi-JK yang ditunjukkan selama ini. Yang penting bagi Jokowi-JK tunjukkan kinerja dan kerja maksimal pada publik. Disarankan Jokka (Jokowi-JK) dalam penentuan kabinet untuk tidak mengikuti pola dan cara koalisi pendukung Prabowo dalam menentukan pimpinan DPR dan MPR yang tak perhatikan rekam jejak," kata Ketua Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti, Rian Andi Soemarno, di Jakarta (Rabu, 8/10).

Saat ini, ungkap Rian, publik menunggu apakah rekam jejak para menteri Jokowi-JK sama meragukannnya dengan rekam jejak pimpinan DPR dan MPR yang diusung koalisi Prabowo-Amien. Karena itu sudah tepat bila melibatkan KPK dan PPATK untuk memastikan rekam jejak menteri.

"Masyarakat diam bukan berarti bodoh. Masyarakat skeptis dengan paket pimpinan DPR/MPR tapi mereka masih berpikir positif Jokka tidak akan meniru pola koalisi pendukung Pramen (Prabowo-Amien) dalam menentukan susunan kabinet," ujarnya

Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti Fahmi Habsyi menambahkan, melihat di era SBY banyaknya kasus korupsi di parlemen dan banyaknya keterlibatan menteri-menteri dalam kasus korupsi di departemen bukan tidak mungkin setelah lengser SBY dikejutkan munculnya kasus-kasus lainnya.

"Mengapa yang selalu terpikir mudah Jokowi-JK dimakzulkan dalam setahun sebagaimana ucapan Amien Rais di majalah nasional ? Kerja aja mereka belum. Pernahkah terbayangkan sebaliknya pemakzulan otomatis terjadi pada pimpinan DPR ataupun MPR karena terseret rekam kerjanya dimasa lalu?" ujarnya.

Fahmi mengingatkan, untuk tak selalu berpikir ketika menerima sesuatu yang indah dari Allah itu adalah anugerah. Sebab kadang pemberian itu, dalam perjalanan waktu, menjadi musibah bagi keluarga dan bangsa.

"Yang penting bagi Jokowi-JK kerja, kerja dan kerja dengan niat untuk mengabdi pada rakyat dan bangsa agar Tuhan dan rakyat bersatu juga alam mendukung (Mestakung). Saya yakini itu sejak Jokowi belum dicapreskan," demikian Fahmi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA