KENAIKAN HARGA BBM

Kian Terbukti Tim Jokowi-JK Tak Solid dan Saling Bertolakbelakang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 01 Oktober 2014, 06:53 WIB
Kian Terbukti Tim Jokowi-JK Tak Solid dan Saling Bertolakbelakang
jokowi-jk/net
rmol news logo . Deretan bukti bahwa tim Jokowi-JK tidak solid, atau bahkan tidak sinkron dan bertolakbelakang satu sama lain kian panjang.

Bukti terbaru adalah terkait dengan rencana kebijakan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bahkan Jokowi langsung membantah pernyataan Luhut Panjaitan, yang merupakan tim suksesnya.

Luhut, dalam acara peluncuran buku Outlook Energi Indonesia di Jakarta (Selasa, 30/9), sudah memastikan bahwa pemerintahan Jokowi-JK akan menaikkan harga bbm pada November mendatang.

Keputusan menaikkan harga BBM ini, klaim Luhut, sudah final dan diambil pada Jumat sebelumnya bersama Jokowi-JK setelah dikaji selam hampir tiga bulan.

Di hari yang sama, di Balikota Jakarta, Jokowi menegaskan bahwa rencana menaikkan harga BMM, masih dalam perhitungan timnya. Saat ini, ungkap Jokowi, timnya sedang menghitung, dan membahas beberapa opsi bila memang menaikkan harga BBM itu tak bisa dihindari.

Opsi itu misalnya, apakah kenaikan harga BBM sebesar Rp 500, Rp 1.000, Rp 1.500, Rp 2.000, Rp 2.500 atau Rp 3.000. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA