Kader PMII Diimbau Kembali ke Kampus, Pesantren dan Masjid

Pengurus PB PMII 2014-2016 Dikukuhkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 23 September 2014, 07:48 WIB
Kader PMII Diimbau Kembali ke Kampus, Pesantren dan Masjid
pmii
rmol news logo Pengurus Besar Pergerakan Mahasuswa Islam Indonesia (PMII) poriode 2014-2016 secara resmi dikukuhkan di aula Perpustakaan Nasional, Jalan Salemba Raya No 28A, Jakarta, tadi malam (Senin, 22/9). Prosesi pelantikan dipimpin Anggota Majelis Pembina Nasional PMII Ali Masykur Musa.

Usai mengucapkan sumpah jabatan, Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Ma'rif menegaskan visinya untuk merevitalisasi PMII sebagai basis Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) di Tanah Air. Menurutnya, PMII mesti senantiasa meneguhkan dirinya sebagai pengawal Islam moderat yang senantiasa setia terhadap NKRI.

"PMII juga harus kembali ke kampus, PMII harus kembali ke pesantren, PMII harus kembali ke masjid, yang selama ini pintu-pintu tersebut kita tinggalkan," kata Aminuddin Ma'rif di hadapan ratusan kader dan para alumni PMII yang hadir. Forum ini juga dihadiri para pimpinan organisasi kepemudaan seperti IMM, KAMMI, GMNI, HMI dan PMKRI.

Turut menyaksikan pelantikan itu, antara lain, salah satu pendiri PMII KH Nuril Huda, Sekretaris Jendral PBNU H Marsyudi Syuhud, para mantan ketua umum PMII, seperti KH Ahmad Bagja, Saiful Bahri Ansori, dan beberapa mantan pengurus lama yang kini mengemban amanah di berbagai profesi.

Pada kesempatan yang sama, Aminuddin melantik kepengurusan baru Pengurus Besar Korps PMII Putri (Kopri) periode 2014-2016 yang diketuai Ai Rahmayanti. Kopri merupakan lembaga semi otonom PMII yang khusus diisi para kader perempuan PMII.

Dalam sambutannya, Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud mengingatkan PMII untuk menjaga soliditas organisasi dengan meningkatkan kepatuhan kepada pimpinan. Ia juga berharap PMII akan membawa perubahan, terutama dalam turut mengisi mengelola negara ini.

"PMII mesti hijrah, melakukan perubahan-perubahan, dari tidak berani menjadi berani memegang republik ini," tuturnya seperti dilansir dari nu.or.id. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA