Ternyata SBY Lebih Reformis dari Amien Rais

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 19 September 2014, 09:13 WIB
Ternyata SBY Lebih Reformis dari Amien Rais
sby/net
rmol news logo . Keputusan SBY melalui partai Demokrat untuk tetap mempertahankan pilkada langsung dengan menolak RUU Pilkada mendapat apresiasi positif dari Pusat Kajian Trisakti  (Pusaka Trisakti).

Keputusan ini dinilai  merupakan cermin sikap pemimpin yang tidak mau mengkhianati agenda reformasi yang sudah disusun dan disepakati stakeholders bangsa untuk membangun masyarakat lebih demokratis dibanding era masa lalu.

"Pusaka Trisakti menilai keputusan SBY dan Partai Demokrat mendukung pilkada langsung  bukanlah kemenangan koalisi pendukung Jokowi-JK atas KMP, tapi bermakna lebih dari itu sebagai  kemenangan  agenda reformasi  dan harapan rakyat diatas "kepicikan dan dendam politik" yang tak rasional  pasca pilpres kemarin," kata Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti, Fahmi Habsyi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jum'at, 19/9).

Sebelumnya Minggu (14/9) pagi Ketua Pusaka Trisakti melontarkan pernyataan bahwa jika pada akhirnya SBY selaku ketua Partai Demokrat  juga ikut-ikutan mendukung penghapusan pilkada langsung akan diartikan publik sebagai sikap politik SBY yang meningalkan jejak kelam dan titik hitam demokrasi diujung karier politiknya selain jejak kelam permasalahan korupsi yang menimpa kader-kadernya. Presiden SBY pun merespon dan tidak terima disebut sebagai penghianat demokrasi. Ia tidak paham alasan sebagian kalangan yang mendorong isu RUU Pilkada kepada dirinya

Bagi kaum muda yang merasakan denyut reformasi 98, lanjut Fahmi, tentu terkejut dengan pernyataan Amien Rais yang menyesal mendukung pilkada langsung. Fahmi mengingat ucapan Amien Rais tahun 1998 dalam sebuah diskusi mengatakan  pasca Soeharto lengser kita akan melihat bupati, gubernur hingga presiden lahir dari aspirasi rakyat langsung.

"SBY ternyata lebih reformis dibanding Amien Rais. Pernyataan Amien Rais yang terjebak dalam kegalauan sendiri itu telah menggugurkan predikatnya sebagai tokoh reformasi sekaligus mendegradasi PAN sebagai partai yang konsisten mendukung agenda reformasi secara sepenuh hati," demikian Fahmi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA