Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 18/9).
"Tentu saja pengaruh ini juga akan berdampak pada nama-nama menteri yang akan duduk di kabinet. JK pasti pengaruhi Jokowi," ungkap Asep, yang juga gurubesar hukum tatanegara.
Bahkan, lanjut Asep, proporsi 16 menteri juga merupakan pengaruh JK. Di sisi ini, berdasarkan pengalaman, JK memang paham betul bahwa mau tak mau pemerintahan membutuhkan dukungan legislatif.
"Apalagi dalam politik, tidak ada makan siang gratis, meskipun Jokowi mengatakan koalisi tanpa syarat," demikian Asep.
[ysa]