Karena itulah Instruksi Presiden tentang Peningkatan Daya Saing Nasional Dalam Rangka Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN mendapat sambutan positif. Lebih-lebih Inpres ini terkait pentingnya pejabat terkait mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk peningkatan daya saing nasional dan melakukan persiapan pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai pada 2015 mendatang.
"Untuk MEA memang kita harus sudah siap menjelang akhir 2015, kita harus mempersiapkan diri semua unsur yang ada di Indonesia, baik pemerintah maupun pelaku usaha, termasuk kami yg ada di bidang jasa sudah harus mempersiapkan diri. Karena itu sudah disepakati pemerintah untuk dilaksanakan," kata Direktur Komersial I PT Sucofindo, M. Heru Riza, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 18/9).
Hal terpenting yang harus mendapatkan perhatian terkait pelaksanaan MEA 2015 itu, menurut Heru, adalah melihat peluang-peluang yang ada di luar negeri, sekaligus berupaya maksimal melindungi pasar dalam negeri dari serbuan produk negara-negara ASEAN. Untuk jasa verifikasi sendiri, PT Sucofindo yang akan berusia 57 tahun pada 22 Oktober mendatang, sudah cukup lama menyiapkan diri, dan optimistis menyongsong pelaksanaan MEA 2015 itu.
"Apalagi kami di jasa verifikasi ini sudah punya pengalaman, peralatan dan infrastruktur sudah kita siapkan. Kita nggak masalah," papar Heru seraya menyebutkan, bahwa PT Sucofindo bahkan berencana akan membuka cabang di beberapa negara ASEAN di antaranya Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Menurut Direktur Komersial I PT Sucofindo itu, sebenarnya dari segi persaingan, kemampuan Indonesia untuk berkompetisi di dunia usaha jasa verisifikasi di ASEAN tidak ada masalah, karena baik dua BUMN yang bergerak di bidang ini, yaitu Sucofindo dan Surveyor Indonesia sudah lama mampu berkompetisi.
"Jadi sebenarnya kita fine saja dengan kompetitor di dalam maupun di luar negeri," demikian Heru.
[ysa]
BERITA TERKAIT: