The Reds Demam Panggung

Liverpool Vs Ludogorets 2-1

Kamis, 18 September 2014, 07:54 WIB
The Reds Demam Panggung
Liverpool fc
Kecil Besar
rmol news logo Liverpool harus bersusah payah menegaskan kemenangan atas tim debutan, Ludogorets di penyisihan Grup B perdana Liga Champions 2014/2015, kemarin. Pasukan Merah terlihat belum kompak, dan mengaku masih demam panggung.

Tampil di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri sta­dion Anfield, Stevan Gerrard Cs yang absen di pentas Liga Cham­pions Eropa sejak musim 2009 diprediksi akan mendulang tiga poin dengan mudah kala menja­mu klub asal Bulgaria itu.

The Reds yang finis di posisi dua Liga Primer musim lalu dan ter­catat sebagai tim Inggris de­ng­­an tradisi juara di panggung Ero­pa. Tapi nyatanya, The An­field Genk tak kunjung memecah kebuntuan.   

Atmostfer pertandingan Eropa yang telah lama pergi, hari itu kem­bali merayapi sudut-sudut sta­dion di sisi sungai Mersey­side. Belum lagi nyanyian You’ll Never Walk Alone yang selalu di­ku­man­dangkan pedukung The Reds. Alih-alih membakar sema­ngat, The Reds justru mandul men­ce­tak gol hingga pertandi­ngan se­akan bakal berakhir imbang.

Namun striker anyar Mario Ba­lotelli membuat penonton ber­so­rak saat memecah kebuntuan dela­pan menit jelang laga berak­hir, tapi publik tuan rumah dibuat kembali terdiam saat  punggawa Ludogo­rets,  Dani Abalo, sukses memper­daya barisan pertahanan Liverpool yang dimotori Dejan Lo­vern pada menit 90. Keung­gulan The Reds yang dinanti se­panjang pertandi­ng­an hanya bertahan delapan menit.

Beruntung, tuan rumah men­dapatkan hadiah penalti di menit akhir babak tambahan waktu. Kapten Steven Gerrard yang be­peran sebagai eksekutor sukses menutup drama itu dengan ke­me­nangan 2-1 melalui titik putih.

“Kami absen (di Liga Champi­ons–red) cukup lama, teriakan penonton, euphoria pertandingan membuat kami gugup,” kilah Ger­rard yang pernah mengang­kat tropi Liga Champions pada 2005 di Istanbul, Turki ini kepa­da liverpoolfc.com.

Liverpool boleh saja gugup, tapi pekerjaan rumah serius me­nanti skuad mahal Brendan Rod­gers itu, terutama pada lini per­tahanan mereka. The Kop terlihat tidak konsisten dalam bertahan. Mereka kemasukan hanya dela­pan menit setelah membobol ga­wang lawan.

Statistik mencatat, Liverpool telah kebobolan empat gol dari li­ma pertandingan di Liga Primer mu­sim ini. Artinya, mereka se­la­lu kebobolan di setiap pertan­di­ngan. Sebagai perbandingan, As­ton Villa yang berangkat dari pa­pan tengah musim lalu baru ke­bobolan satu gol dari empat per­tandingan kompetisi domestik.

Liverpool jelas perlu mem­ber­baiki pertahanan mereka jika ti­dak ingin menjadi bulan-bula­nan Los Blancos, si perengkuh gelar La Decima. Karena selain Ludo­gorets, di Grup B Liga Champi­ons musim ini bersemayam pula Raksasa Spanyol, Real Madrid, yang baru menggulung FC Basel dengan skor 5-1.  

Raihan tiga poin ini membuat Liverpool untuk sementara me­nempati peringkat kedua klase­men sementara Grup B. Mereka ka­lah selisih gol dari juara ber­tahan, Real Madrid, yang berha­sil mencetak lima gol atas Basel di Santiago Bernabeu.  ***

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA