Boleh saja sementara elit PPP berkilah konflik di tubuh Partai Kabah tersebut sebagai dampak dari status tersangka hukum Suryadharma Ali. Namun tak juga dipungkiri, sebagaimana kabar yang beredar terbatas, kasak-kusuk untuk merepat ke kubu Jokowi-JK juga semakin kuat.
Karena politik secara prkatek adalah kepentingan meraih kekuasaan, yang bisa saja dibumbui dengan alasan ideologis, maka sikap sementara elit PPP merapat ke Jokowi-JK juga adalah untuk meraih tujuan tersebut. Lalu Apa tawaran, atau permintaan, yang diajukan.
Masih berdasar kabar yang beredar itu, ada dua posisi yang kini sedang dibincangkan. Pertama posisi satu kursi menteri dalam kabinet. Kedua posisi di pimpinan DPR.
Tentu saja, PPP tidak mau terlambat. Sebab ada juga keyakinan, bila tak diambil, toh akan juga diambil oleh partai lain, yang secara diam-diam juga mau merapat. Tak mustahil adalah Demokrat, yang dalam soal mekanisme Pilkada, mengambil sikap sama dengan posisi PDI Perjuangan.
[ysa]