ITW: Pemerintah Wajib Wujudkan Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 17 September 2014, 12:47 WIB
rmol news logo . Sebagat urat nadi kehidupan, pemerintah wajib mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Lalu lintas pun tidak boleh terganggu sebab akan berdampak pada aktifitas dan kreatifitas masyarakat.

"Jika masyarakat sudah kehilangan kreatifitas dan aktifitas maka dapat dipastikan menjadi ancaman serius dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat," kata Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, beberapa saat lalu 9rabu, 17/9)

Tidak hanya itu, ungkap Edison, gangguan terhadap kelancaran lalu lintas seperti kemacetan, kecelakaan juga berdampak pada kerugian perekonomian nasional hingga kerugian korban jiwa.  Baru-baru ini pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun presiden terpilih Jokowi-J gusar akibat menipisnya persediaan bahan bakar minyak (BBM) yang sudah disiapkan.

"Tak dapat dipungkiri, pemborosan penggunaan BBM akibat kemacetan adalah salah satu penyebab utamanya," ungkap Edison.

Edison menambahkan, mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas ini juga harus didukung dengan perilaku manusia sebagai pengguna jalan yang tentu sudah memiliki kompetensi dan tingkat displin yang memadai. Faktor manusia dapat dibangun lewat edukasi, sistim pengujian untuk mendapatkan SIM dan penegakan hukum serta tersedianya pendidikan keselamatan lalu lintas. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA