"Harapannya sikap SBY ini menjadi sikap politik Demokrat terkait dengan pilkada langsung. Sebab pada saat yangg bersamaan, sikap pemerintah juga sudah menyatakan stuju dengan pilkada langsung. Tentu saja amat sangat mengherankan jika ada dua sikap yangg berbeda dari SBY," kata pengamat politik Ray Rangkuti dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 15/9).
Dalam hal ini, ungkap Ray, sikap SBY tidak bisa dipisahkan antara dirinya sebagai presiden dan sebagai Ketua Umum Demokrat. Jika terjadi sikap berbeda artinya SBY melawan dirinya sendiri. Dengan begitu, makna posisi tepat bagi Demokrat sebagaimana diungkap SBY adalah mendukung dilaksanakannya pilkada langsung.
"Jika Demokrat setuju dengan pilkada langsung, jelas peta DPR berubah. Pendukung pilkada langsung akan memenangkan voting," ungkap Ray.
Ray menghitung, jumlah suara PDIP, PKB, Hanura dan Demokrat mencapai 287. Jumlah ini mengalahkan suara partai pendukung pilkada via DPRD yangg terdiri dari Golkar, PKS, PAN, PPP dan Gerindra yangg hanya menghimpun 273 suara.
"Selisihnya mencapai 14 suara. Dengan catatan tidak ada suara yangg membelot," demikian Ray.
[ysa]
BERITA TERKAIT: