
. Saat ini, pengelolaan energi masih mengalami berbagai permasalahan terutama di pengaturan, distribusi, perdagangan Migas dan Minerba. Permasalahan yang terjadi karena masih ada mafia yang beredar di lingkungan kementerian.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Energi Monitoring (Indering), Zuli Hendriyanto. Menurut Zuli, mafia ini diduga ikut mengendalikan perizinan, persetujuan dan rekomendasi kementerian tertentu yang akan diberikan untuk pihak-pihak pengelola Migas dan Minerba. Mafia juga ikut mengendalikan perdagangan minyak dan Batubara.
"Selama mafia tidak diberantas maka program-program Jokowi-JK hanya akan menjadi slogan saja. Untuk berantas mafia, kami menghimbau agar Jokowi-JK memilih calon Menteri ESDM dan Menteri BUMN yang berani berantas Mafia Migas dan Minerba," ungkap Zuli beberapa saat lalu (Rabu, 3/9).
Selain itu, ungkap Zuli, Jokowi-JK juga diharapkan menciptakan sistem pengaturan yang tepat dan memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan energi dari hulu sampai hilir. Jokowi-JK juga harus memberdayakan KPK, Kejagung dan Polri semaksimal mungkin agar fokus melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap Mafia yang ikut mengendalikan pengelolaan energi.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.