Jangan Sampai Jokowi-JK Terjebak pada Persoalan Jumlah Menteri Belaka

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 30 Agustus 2014, 00:51 WIB
Jangan Sampai Jokowi-JK Terjebak pada Persoalan Jumlah Menteri Belaka
jokowi-jk/net
rmol news logo . Pembentukan kabinet 2014-2019 ibarat memperbaiki mesin dari sebuah pesawat yang sedang terbang.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (WamenPAN-RB), Eko Prasojo, usai penutupan Konferensi Tahunan Asian Group for Public Administration (AGPA) ke-4 di Jakarta (Jumat, 29/8).

"Jangan sampai perbaikan itu justru membuat pesawat yang sedang terbang itu malah jatuh, karena ada bagian mesin yang diganti," kata  Eko.

Karena itu, ungkap Eko, yang juga gurubesar ilmu pemerintahan, Jokowi-JK tidak terjebak pada persoalan jumlah kementerian. Daripada mengurus jumlah kementerian akan lebih baik bila melakukan kebijakan yang bersifat soft, dan dalam perjalanan pemerintahan merestrukturisasi jabatan eselon I dan II pada kementerian.

"Jangan sampai perubahan struktur kabinet justru membuat pemerintahan baru terganggu dengan masalah redistribusi pegawai,"  terangnya sebagaimana dilansir JPNN. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA