Masih Banyak Salah Kelola Sumber Daya Alam Indonesia!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 27 Agustus 2014, 03:06 WIB
Masih Banyak Salah Kelola Sumber Daya Alam Indonesia<i>!</i>
andrinof/net
rmol news logo . Di negeri ini masih banyak terjadi salah kelola terhadap sumber daya alam. Padahal jika dikelola dengan baik, maka akan memberikan manfaat yang besar bagi rakyat Indonesia.

Demikian disampaikan Dewan Pakar Pusat Kajian Trisakti (Pusaka Trisakti) Adrinof Chaniago dalam Sarasehan Kebangsaan I yang diselenggarakan oleh Pusaka Trisakti dan Lembang 9 di Gedung Joang, Menteng, Jakarta (Selasa, 26/8).

Adrinof mencontohkan, Indonesia kaya akan gas. Namun, lebih banyak dijual ke luar negeri ketimbang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Begitu juga batubara, yang dipakai cuma 15 persen untuk dalam negeri, selebihnya dijual ke luar.

"Kalau diambil separuh saja produksi gas dan batubara, maka persediaan bahah bakar untuk pembangkit listrik bisa berlipat ganda dari sekarang," kata Adrinof.

Dia mengatakan, persoalan Indonesia bukan saja cuma soal jalan dan jembatan. Melainkan juga bagaimana persoalan pengelolaan energi.

"Bagaimana kita mau menarik investasi asing dan nasional kalau listrik mati bergilir sehari tiga kali, kalau ada antrean minyak di tempat-tempat yang kaya minyak?" ungkap Adrinof.

Ia melanjutkan, memang benar dari segi konsumsi perkapita baik itu bahan bakar minyak atau listrik, Indonesia paling rendah di antara negara menengah dan ASEAN. Tetapi, Indonesia ini termasuk negara yang boros dalam gunakan energi.

"Baik itu listrik maupun BBM," katanya.

Kendati demikian, Adrinof melanjutkan, kekurangan produksi adalah persoalan sangat ironis bagi negeri ini yang memiliki kekayaan sumber energi.

"Lagi-lagi ini soal tata kelola," katanya.

Dia mengatakan, bukan mengada-ada kalau meyakini bisa mengejar ketertinggalan dalam tempo 5-10 tahun jika bisa mengelola sumber daya dengan benar, salah satunya energi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA