Sekjen PDIP Berharap SBY Buka Ruang Fiskal Luas bagi Pemerintahan Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 27 Agustus 2014, 00:17 WIB
Sekjen PDIP Berharap SBY Buka Ruang Fiskal Luas bagi Pemerintahan Jokowi
tjahjo kumolo/net
rmol news logo . Pertemuan Presiden SBY dan Presiden terpilih Jokowi di Bali pada Rabu hari ini (27/8) diharapkan menghasilkan titik temu yang konkret terkait berbagai hal menyangkut program pemerintahan baru ke depan.

"Semoga pertemuan awal Presiden SBY dan presiden terpilih pak Jokowi ada alternatif pemikiran dan konsensus baru bagi pemerintahan baru yang akan dilantik 20 Oktober," kata Sekjen DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, beberapa waktu lalu (Selasa, 26/8).

Terkait dengan persoalan bahan bakar minyak (BBM) yang kini menjadi perhatian publik, Tjahjo mengatakan bahwa hingga saat ini masih sedang dibahas dengan teliti. Ia pun melihat pemerintahan SBY tidak akan mengambil keputusan strategis terkait harga BBM dan kelangkaan BBM belakangan ini.

"Oleh karena itu, dalam postur APBN pemerintahan baru nanti perlu dibuka ruang fiskal yang luas," kata Tjahjo, yang juga Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK.

Tjahjo menegaskan, pemerintahan baru Presiden Jokowi akan menghitung waktu yang tepat untuk mengurangi subsidi  BBM. Hal ini dengan pertimbangan beberapa visi misi yang disampaikan Jokowi-JK saat kampanye bisa berjalan. Misalnya kartu sehat, kartu pintar dan dana desa yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA