Nyungsep Ke Dasar, Ada Apa Monaco?

Selasa, 19 Agustus 2014, 09:54 WIB
Nyungsep Ke Dasar, Ada Apa Monaco?
as monaco fc
Kecil Besar
rmol news logo Runner up Liga Prancis musim lalu, As Monaco nyungsep ke dasar klasemen setelah mengalami kekalahan kedua secara beruntun.

Tandukan Dimitar Berbatov dan kembalinya Si Predator Radamael Falcao tidak berhasil membuat tim ini memetik satu pun poin. 

Kembalinya bintang Kolombia, Radamel Falcao pasca dibekap cidera hampir satu musim lamanya tidak menolong Monaco keluar dari zona merah. Dalam lanjutan kompetisi Ligue 1 pekan kedua, Les Rouges et Blancs kembali dipaksa menelan pil pahit saat dipermalukan Girondis Bordeaux dengan skor 4-1 di Stadion Shaban-Delmas di kota Boereaux, kemarin.

Penampilan anak asuh Leonardo Jardim agaknya menunjukan hasrat ingin menang di babak yang pertama. Melalui sundulan penyerang timnas Bulgaria, Dimitar Berbatov yang pernah memperkuat Setan Merah membuka keunggulan bagi Monaco yang bertahan hingga turun minum. 

Di babak yang kedua, seakan enggan dipermalukan di hadapan pendukungnya, Bordeaux tampil trengginas dengan menciptakan dua gol hanya dalam wamktu lima menit. Dialah Diego Roland yang membuat sepasang gol di awal babak yang pertama dan membuat timnya berbalik memimpin 1-2.

Sadar timnya terancam, Jardim menurunkan Falcao yang telah pulih dari cidera sepanjang musim.

Si Predator masuk pada menit 70 dengan harapan mampu mengangkat moral timnya yang roboh di awal babak kedua. Alih-alih berbalik memimpin, Monaco justru kembali kebobolan setelah Wabi Khazri dijatuhkan dikotak terlarang yang memaksa kiper Daniel Subasic memungut bola untuk kali ketiga dari jala gawangnya.

Tampil semakin tertekan di sisa laga, Monaco yang berhasrat merebut tropi liga dari rivalnya, Paris Saint-Germain (PSG) kembali kebobolan berkat aksi Khazri mengecoh Subasic di menit 75 yang sekaligus menutup pesta kemenangan Bordeaux atas tamunya, As Monaco, dengan skor telak 4-1.

Sejak musim panas tahun ini, Bordeaux ditangani pelatih muda Willy Sagnol yang pernah merumput sebagai bek di dua klub raksasa Liga Prancis, Paris Saint-Germain dan As Monaco. Atas hasil yang diraih timnya, Sagnol tahu betul kekuatan bekas timnya dan mengaku puas bisa menaklukan tim sekelas Les Rouges et Blancs.

“As Monaco adalah tim besar dengan segudang pemain hebat, tentu kemenangan ini merupakan prestasi bagi kami yang bisa menaklukan mereka. Kami sangat bangga dan senang,” kata Sagnol dikutip BBC Sports.

Sama halnya dengan Bordeaux yang dilatih manajer anyar, Leonardo Jardim juga baru membesut Monaco pada musim panas ini, namun, debut keduanya seakan begitu kontras karena di dua laga awal, Bordeaux memetik poin penuh sebaliknya Monaco belum mengantongi satu poin pun. 

Jordim sejatinya telah melakukan perubahan formasi menjadi 3-3-3-1 setelah ditaklukan Reims dengan skor tipis 1-2 pada partai pembuka Ligue 1, pekan lalu.

Skuad Les Rouges et Blancs terlihat seperti bermain tidak nyaman dan pertahanan mereka begitu terbuka. “Tim masih mencari formasi yang ideal,” kata Jardim. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA