Mau Kabinet Ramping, Jokowi Dikabarkan Tawarkan Posisi Duta Besar bagi Partai Non-Pendukung

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 19 Agustus 2014, 10:43 WIB
Mau Kabinet Ramping, Jokowi Dikabarkan Tawarkan Posisi Duta Besar bagi Partai Non-Pendukung
jokowi/net
rmol news logo . Hampir bisa dipastikan Jokowi akan menggaet partai di luar pengusung untuk bergabung dalam pemerintahannya. Kepastian ini jelas terlihat dari wacana yang setelah pilpres pada 9 Juli dilakukan, selalu disampaikan Jokowi dan juga elit PDI Perjuangan. Wacana itu adalah rekonsiliasi.

Rekonsiliasi adalah kata pembuka Jokowi untuk membuka lebar-lebar pintu komunikasi. Gayung bersambut. Kode yang disampaikan Jokowi diterima dengan baik oleh partai yang selama ini mengusung Prabowo-Hatta. Dikabarkan, sudah ada tiga partai pendukung Prabowo-Hatta yang sudah berkomunikasi dengan Jokowi.

Keterlibatan partai di luar pengusung ini sangat penting untuk memperkuat pemerintahan Jokowi. Sebab koalisi pendukung Jokowi di parlemen tak lebih dari 40 persen. Bila partai non-pendukung tak digaet, secara riil politik, susah bagi Jokowi akan menjalankan pemerintahan. Meskipun secara retorika, bisa saja mengelak dengan mengatakan "berjuang bersama rakyat."

Lalu apa imbalan kepada gerbong baru partai itu. Hingga saat ini disebutkan, masih dalam penjajagan. Hal ini terutama Jokowi tetap komitmen mau membentuk kabinet ramping. Dengan demikian, kursi menteri bukan jadi jabatan yang diperbincangkan.

Kabar yang diterima menyebutkan, bila posisi yang ditawarkan itu adalah jabatan strategis lain selain menteri. Misalnya saja duta besar. Posisi duta besar di era Jokowi nanti akan lebih strategis sebab akan benar-benar menjalankan fungsi diplomasi dan marketing, bukan semata untuk diisi para pensiunan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA