Hal ini misalnya terekam dari polling
www.kabinetrakyat.org. Hingga saat ini, dalam polling itu, ada sekitar 1466 publik yang mendukung Basarah. Basarah mengungguli Maruarar Sirait yang mendapat dukungan 1444 publik dan Hasto Kristiyanto yang mendapat dukungan 277.
Basarah pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukungnya. Namun ia pribadi memastikan belum berpikir untuk menjadi menteri. Apalagi, ia baru saja terpilih sebagai anggota DPR untuk ketigakalinya, dan dalam Pileg 2004 ini baru mewakili daerah pemilihan Malang Raya. Basarah masih ingin berbakti kepada bangsa dan negara melalui lembaga DPR dan MPR RI.
"Menurut pendapat saya, perjuangan ideologis yang sebenarnya berada di lembaga parlemen, baik di DPR dan terutama di MPR RI. Di samping itu, jalannya pemerintahan Presiden Jokowi kelak, juga sangat rawan dan berpotensi diganggu dari kekuatan parlemen. Akan lebih efektif jika saya mengawalnya dari dalam lembaga parlemen," kata Basarah kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 18/8).
Basarah juga mengingatkan semuah pihak bahwa keputusan untuk mengangkat dan menetapkan menteri menjadi hak prerogatif Jokowi sebagai Presiden. Begitu juga dengan calon-calon menteri yang berasal dari kader internal PDI Perjuangan, yang bersangkutan harus mendapatkan dukungan dan persetujuan Ketua Umum PDI Perjungan, Megawati Soekarnoputri.
Basarah sepenuhnya menyerahkan kepada kebijakan Megawati. Sebagai pemimpin partai yang berpengalaman di Republik ini, Basarah yakin Megawati tahu persis kompetensi kader-kader yang dipimpinnya. Basarah juga percaya Megawati pasti sudah punya rencana terbaik, siapa saja kadernya yang akan ditugaskan sebagai Menteri Kabinet atau sebagai Pimpinan di lembaga DPR dan MPR RI, maupun lembaga publik lainnya, termasuk juga jika tidak diberikan penugasan apapun.
"Dengan demikian, apapun keputusan penugasan yang akan diberikan Ketua Umum PDIP, sebagai kader PDIP kita harus siap dan patuh melaksanakannya dengan penuh tanggungjawab," demikian Basarah.
[ysa]