SBY: ISIS Bertentangan dengan Jatidiri Bangsa dan Berbahaya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 15 Agustus 2014, 11:10 WIB
SBY: ISIS Bertentangan dengan Jatidiri Bangsa dan Berbahaya
presiden sby/net
rmol news logo . Perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan saat ini adalah perjuangan menjaga keindonesiaan.

Demikian disampaikan Presiden SBY saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang bersama DPR dan DPD di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Jumat, 15/8).

Kata SBY, tidak ada gunanya negara semakin makmur dan modern, namun kehilangan jatidiri bangsa, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, persatuan Indonesia dan kesantunan. Jatidiri keindonesian inilah yang harus dipertahankan mati-matian.

Dengan alasan itu pula, SBY menegaskan, Indonesia menolak paham Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Sebab ISIS bertentangan dengan jatidiri Indonesia, dan sangat membahayakan NKRI.

"Kita harus tegas mengatasi ini. Ini ujian bagi kebangsaan. Indonesia negara berketuhanan, bukan negara agama," demikian SBY. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA