"Tidak ditargetkan jadi berapa. Semua bergantung hasil pembahasan," kata Deputi Tim Transisi, Andi Widjayanto, di Kantor Transisi, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, sebagaimana dilansir JPNN.
Menurut Andi, arsitektur kabinet tersebut merupakan produk yang dihasilkan sejumlah kelompok kerja (pokja). Saat ini pembentukan pokja-pokja itu masuk tahap finalisasi.
"Pada 15 September kami memberikan opsi-opsi arsitektur kabinet kepada Jokowi. Akan kami rekomendasikan arsitektur kabinet yang efektif dijalankan," kata Andi.
Dia menjabarkan, 17 Agustus mendatang tim juga mendapat arahan dari Jokowi-JK. Setelah itu, pokja mulai membahas akar permasalahan pemerintahan, termasuk yang terjadi di lembaga kepresidenan, lembaga kabinet, hingga masalah teknokrat di birokrasi Indonesia. Tahap tersebut dilaksanakan hingga 28 Agustus mendatang.
"Kemudian, dilanjutkan focus group discussion dengan melibatkan ahli-ahli dari universitas dan lembaga penelitian. Kantor Transisi berikut pokja-pokja itu bakal mulai mencoba mencari formula jitu arsitektur kabinet," demikian Andi.
[ysa]