Jumhur Hidayat: Aktivis yang Jadi Pejabat Harus Siap Diaduit oleh Sesama Aktivis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 15 Agustus 2014, 06:28 WIB
Jumhur Hidayat: Aktivis yang Jadi Pejabat Harus Siap Diaduit oleh Sesama Aktivis
jumhur hidayat/rm
rmol news logo . Setelah berhasil memperjuangkan kekebasan berpendapat di era Orde Baru, tugas aktivis saat ini adalah mengubah pola rezim sesuai dengan demokrasi yang sudah diperjuangkan dan dibangun. Tugas aktivis sekarang juga untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Demikian disampaikan aktivis mahasiswa era 1980-anJumhur Hidayat dalam diskusi dengan tema "Apa Mandat Aktivis Prodem Bila Ketika Berkuasa" di Galeri Cipta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (Kamis, 14/8).

Menurut Jumhur, seorang aktivis yang masuk dalam lingkaran kekuasan harus mau dan siap diaudit oleh teman-temannya sesama aktivis. "Harusnya para aktivis Prodem yang masuk dalam lingkaran kekuasaan harus mau diaudit tiap tahun. Setiap tahun lu ngapain aja sih?" lanjutnya.

Mantan Kepala BNP2TKI ini pun mengungkapkan persoalan yang dihadapinya saat menjabat, yang sangat berat. Sebab, yang diurus bukanlah oran per-orang tapi sampai puluhan ribu TKI. Setiap tahunnya, ada 60 ribu TKI pulang bermasalah namun setiap tahunnya BNP2TKI memperbaiki hingga angka tersebut terus, dan diprediksi 2014 ini hanya ada 6 ribu kasus TKI.

"Soal upah TKI, pada  Tahun 2007, anda bisa cek, saya adalah satu-satunya pejabat yang berani menaikkan upah TKI," tegasnya, sambil mengatakan menaikkan upah tersebut bukanlah perkara mudah sebab harus bernegosisasi dan berdebat dengan negara tujuan TKI. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA