Dalam konteks ini, salah satu elemen pendukung visi-misi Jokowi-JK, Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti, menyambut positif keinginan Jokowi agar menteri-menteri yang nantinya duduk di kabinetnya lepas dari partai politik. Tentu saja, langkah Jokowi tersebut sangat positif sehingga menteri-menteri di kabinet bisa fokus mengabdi pada negara dan rakyat.
"Langkah itu juga membuka ruang bagi partai politik untuk mempersiapkan dan menggembleng kemampuan kader terbaiknya dalam manajerial partai yang dimasa datang diharapkan bisa mengisi jabatan-jabatan publik," kata Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti, Fahmi Habsyi, beberapa saat lalu (Kamis, 14/8).
Fahmi mencatat, pengalaman pemerintahan SBY kemarin ternyata juga tidak menjamin soliditas parpol pendukung walaupun pengurus parpol diberikan kesempatan rangkap jabatan di kabinet juga. Dia menyarankan pola pemerintahan Jokowi-JK ke depan agar kuat dan mempercepat terwujudnya visi-misi yaitu memberi ruang bagi penguatan partai politik diikuti penguatan dan peran partisipasi publik dalam mendorong visi-misi Jokowi-JK yang embrionya nampak dalam gerakan relawan.
"Saya pikir filosofi politik kera yang serakah dengan memegang buah jeruk di tangan kiri namun juga memegang apel ditangan kanan tidak perlu ditiru," demikian Fahmi.
[ysa]