"Jadi saya heran kalau ada anggapan ada intervensi dari asing. Intervensi apa. Ini biasa saja," kata Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri dan Hubungan Internasional, Andreas Hugo Pareira, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 12/8).
Dalam hal Sidarto, tegas Andreas, hampir seminggu sekali menerima kunjungan dari politisi atau pejabat publik dengan negara luar. Sidarto misalnya menerima kunjungan juga dari pejabat atau politisi dari China, juga negara-negara lain.
"Jadi ini harus dipahami. Tidak ada intervensi. Kalau Ketua MPR diam saja, tak mau dikunjungi orang luar, ini yang aneh," ungkap Andreas.
Pun demikian dengan Megawati. Mungkin saja politisi luar mengajak Megawati, sebagai politisi senior di Indonesia, untuk berdiskusi terkait situasi dunia. Karena itu, juga pertemuan ini biasa saja, apalagi dipastikan komunikasi itu tidak akan menggadaikan kepentingan negara dan bangsa.
"Kita jangan terlalu paranoid bila ada politisi kita berkomunikasi atau berdiskusi dengan politisi asing. Ini untuk menjaga hubungan baik, juga untuk menegaskan kepentingan kita," demikian Andreas.
[ysa]
BERITA TERKAIT: