Aneh, Kader Golkar yang Mau Munas 2014 Itu Tak Protes Saat Terima SK di 2009

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 12 Agustus 2014, 06:53 WIB
Aneh, Kader Golkar yang Mau Munas 2014 Itu Tak Protes Saat Terima SK di 2009
lalu mara/net
rmol news logo . Sikap sejumlah kader Golkar yang belakangan mendesak agar Musyawarah Nasional (Munas) digelar pada Oktober 2014, bukan pada 2015 sebagaimana amanat Munas di Pekanbaru pada 2009 lalu, dipertanyakan pengurus DPP Golkar.

"Kenapa soal Munas 2014 baru sekarang diminta, kenapa tidak pada saat Munas 2009, atau tahun-tahun sebelum Pilpres?" kata Wasekjen DPP Golkar, Lalu Mara Satriawangsa, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 12/8).

Lalu Mara menilai pernyataan ini sangat relevan. Sebab pengurus yang mendesak Munas digelar 2014 itu juga mengetahui dan menerima SK DPP, dengan masa bakti kepengurusan tahun 2009-2015.

"Kok saat terima SK pengangkatan sebagai pengurus tidak protes, malah asik-asik saja," tuturnya.

Dalam hal ini, Lalu Mara memberi contoh sikap Ketua Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung, yang secara organisasi patut ditiru. Akbar Tanjung merupakan sosok yang sering mengkritik dan mendebat pengurus DPP Golkar. Namun begitu ada keputusan resmi, Akbar taat pada keputusan organisasi tersebut

"Bukan tetap menyuarakan perbedaan meski keputusan sudah diambil. Kalau belum diambil berbeda, ada dinamika, itu wajar. Kalau sudah keputusan diambil masih berbeda, itu namanya memaksakan kehendaknya saja," demikian Lalu Mara. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA