Demikian disampaikan politisi PDI Perjuangan asal Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka. Selain merujuk pada hasil hitung cepat, Rieke pun mencatat, berdasarkan rekapitulasi suara real count Pilpres 2014 per 17 Juli 2014 Pukul 11.08 WIB, yang bersumber website KPU dan kawalpemilu.org, suara nasional untuk Prabowo-Hatta 47,17 persen dan untuk Jokowi-JK 52,82 persen.
Rieke juga mencatat, ada beberapa KPUD yang belum terlihat
update hasil pleno di website KPU, meski proses pleno di tingkat kabupaten dan kota, mayoritas sudah selesai. Keterlambatan ini agak janggal dengan jumlah DPT dan luas wilayah yang seharusnya bisa dilakukan cepat.
"Semakin lambat terbuka informasi hasil Pilpres ke publik, semakin rentan manipulasi terjadi, transaksional dilakukan. Praktek-praktek penggelembungan suara dengan berbagai modus harus diwaspadai," kata Rieke beberapa saat lalu (Kamis, 17/7).
Masih kata Rieke, indikasi penggunaan surat suara sisa yang bisa terlihat dilonjakan partisipasi pemilih yang tak wajar seperti indikasi di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor. Diperkirakan ada 10 juta surat suara sisa di Jabar yang hingga saat ini belum bisa diperlihatkan fisiknya oleh penyelenggara. Belum lagi kabar yang mengatakan ada 7 juta surat suara tambahan yang dicetak di Jawa Tengah atas order oknum tertentu untuk disebarkan di Jabar dan Banten.
"Semoga kabar itu tidak benar, tapi tentu tak ada salahnya jika aparat lakukan investigasi. Segala upaya halal kita lakukan untuk kawal suara Rakyat, jangan biarkan siapapun halalkan segala cara untuk lahirkan kekuasaan yang tak halal," demikian Rieke.
[ysa]
BERITA TERKAIT: